ANALISIS PENERAPAN PRINSIP 5C DI UPK SYARIAH TUJUAH SARUMPUN KECAMATAN AMPEK ANGKEK

Penulis

  • Elva Yeni Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia Penulis
  • Sandra Dewi Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia Penulis

DOI:

https://doi.org/10.1801/3bg4q642

Kata Kunci:

5C Principle, Financing, Sharia UPK, Women's Savings and Loans

Abstrak

The background of this study is the persistent obstacles in repayment of financing in the Women's Savings and Loan Program (SPP) at UPK Syariah Tujuah Sarumpun, which indicates the suboptimal application of the precautionary principle in assessing the eligibility of prospective members. In fact, the full application of the 5C principle (character, capacity, capital, collateral, and condition of economy) should be able to minimize the risk of problematic financing. This study aims to analyze how the 5C principle is applied in the SPP financing distribution process at UPK Syariah Tujuah Sarumpun. This study is a qualitative descriptive study, with primary data sources in the form of interviews with UPK administrators and administrative documentation related to financing. Data collection techniques were carried out through interviews, observation, and documentation, then analyzed using data reduction methods, data presentation, and inductive conclusion drawing. The results of the study indicate that the 5C principle has become the main guideline in the financing process, but has not been fully implemented in accordance with the theory. Character assessment is carried out through group leaders and social observations, but does not include an examination of financing history or lifestyle behavior. The Capacity principle has not been assessed in depth due to the lack of financial evidence such as pay slips or business reports. The Capital Principle is not the primary focus, and the Collateral Principle is merely moral in nature and has no legal force. The Condition of Economy Principle has been applied through observations of members' business sectors during field verification. These findings indicate that the suboptimal implementation of the 5C Principle contributes to the emergence of problematic financing in the field.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Ananda, R. (2021). Daya guna anggaran SPP (Simpan Sanggam Wanita) dalam kenaikan perekonomian warga. Journal of Islamic Banking and Finance, 2(2), 159.

Diky, F. M. (2021). Analisa ajaran DSN MUI hal pembiayaan multijasa atas akad ijarah pada BMT. Jurnal Hukum Bisnis Islam, 13(1), 110.

Dwiraka, S. G., & Nurdin, M. A. S. (2021). Metode pemberian angsuran pada bagian pengurusan aktivitas anggaran bergulir warga bantuan kekal (BKAD) Kecamatan Waluran Kabupaten Sukabumi. Kolokium Nasional Teknologi dan Studi Terapan, 22.

Elfi, Y. A. (2024). Tanya jawab tentang pengembalian pembiayaan.

Ikit. (2018). Manajemen anggaran bank syariah (pp. 22–26). Yogyakarta: Gava Media.

Ikit. (2018). Manajemen anggaran bank syariah (pp. 49). Yogyakarta: Gava Media.

Ismail. (2011). Perbankan syariah (pp. 122–123). Jakarta: Emas.

Ismail. (2011). Perbankan syariah (pp. 125). Jakarta: Emas.

Kasmir. (2001). Bank dan lembaga keuangan lainnya (pp. 104–105). Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Kasmir. (2018). Manajemen perbankan (p. 32). Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Muhammad. (2017). Manajemen anggaran bank syariah (p. 302). Jakarta: Rajawali Pers.

Pemerintah Republik Indonesia. (1992). Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

Pemerintah Republik Indonesia. (1998). Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

Siti, N. (2019). Kedudukan bagian pengelola aktivitas (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan dalam kenaikan ekonomi di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa (Skripsi, UIN Alauddin Makassar).

Sofyana, S. (2024). Analisa prinsip 5C terhadap pembiayaan mudharabah di BMT Barokah Agen Tegalrejo. Jurnal Alwatzikhoebillah: Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora, 10(2), 347.

Thamrin, A. (2014). Bank dan lembaga keuangan. Jakarta: Rajawali Pers.

Rivai, V. (2008). Islamic financial management (p. 348). Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Wiroso. (2005). Jual beli murabahah. Yogyakarta: UII Press.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-04

Cara Mengutip

ANALISIS PENERAPAN PRINSIP 5C DI UPK SYARIAH TUJUAH SARUMPUN KECAMATAN AMPEK ANGKEK (Elva Yeni & Sandra Dewi, Trans.). (2025). Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi Dan Kewirausahaan, 3(02), 51-60. https://doi.org/10.1801/3bg4q642

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.