PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP KESULITAN BELAJAR ANAK DI NAGARI PILADANG KECAMATAN AKABILURU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
DOI:
https://doi.org/10.1448/svjq5020Kata Kunci:
Parents, helping with learningAbstrak
The main problem in this study is the lack of parental attention to children's learning problems. Where parents ignore their children's learning problems, parents leave early in the morning and return late in the evening to earn a living, generally as farmers. When they arrive home, parents are already tired so that their attention to their children's learning, especially their children, is neglected. This research is a field research, namely research conducted in a location, a large room or in the midst of the community. The research method used is a qualitative descriptive method, namely research that aims to describe systematically, factually, and accurately regarding the facts and characteristics of a particular population to try to describe the phenomenon in detail. Key informants in this study were the child's parents, village guardians, Jorong and children. In collecting the required data, the author used interview and observation techniques. Based on the research results, it can be stated that the attention of parents in Piladang, Akabiluru District, Lima Puluh Kota Regency towards the problem of children's learning discipline is lacking, parents only remind their children to go to school and not to delay. Parents in Piladang, Akabiluru District, Lima Puluh Kota Regency, are not paying enough attention to their children's homework. Parents in Piladang, Akabiluru District, Lima Puluh Kota Regency, are also lacking in their children's learning facilities. Because children are more aware of their learning needs, they often ask their parents for money to purchase their learning supplies. Parents in Piladang, Akabiluru District, Lima Puluh Kota Regency, are very less attentive to guiding their children's learning at home. Parents often leave the house at night rather than guiding or assisting their children in learning at home.
Referensi
Abdussalam, A. (2015). Mengembangkan kreatifitas anak. Kautsar.
Ahmadi, A. (2008). Psikologi umum. Rineka Cipta.
Afrinaldi. (2022). Peranan guru BK dalam membina interaksi sosial siswa SMPN 1 Simatyi Kabupaten Pasaman. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4(5).
Arjoni. (2017). Peranan madrasah dalam menangkal dampak negatif globalisasi terhadap perilaku remaja. Jurnal Ilmiah PGMI, 3(1).
Basrowi, & Suwandi. (2008). Memahami penelitian kualitatif. Rineka Cipta.
Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. (2003). Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Biro Hukum dan Organisasi Sekjen Depdiknas.
Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. (2003). Undang-undang Nomor 9 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Biro Hukum dan Organisasi Sekjen Depdiknas.
Departemen Pendidikan Nasional. (2007). Kamus besar bahasa Indonesia. Balai Pustaka.
Hamalik, O. (2003). Metode dan kesulitan-kesulitan belajar. Tarsito.
Herdiansyah, H. (2013). Wawancara, observasi dan focus groups: Penggalian data kualitatif. Raja Grafindo Persada.
Hotnarida, W. (2013). Kerjasama guru bimbingan dan konseling dengan orang tua dalam pengentasan masalah siswa menonton video porno. 1(3).
Iswadi, I. (2008). Mendidik dengan cara cinta. Pustaka Inti.
Drost, J. (2009). Proses pembelajaran sebagai proses pendidikan. Grasindo.
Liwijaya, K., & Kuntaraf, J. (2009). Komunikasi keluarga kebahagiaan anak. Indonesia Publishing School.
Lestari, S. (2012). Psikologi keluarga. Kencana.
Lubis, S. (2002). Menuju keluarga sakinah. Terbit Terang.
Mulyasa, E. (2006). Guru profesional. Rosda.
Mulya Haryani, R., Mudjiran, & Syukur, Y. (2012). Dampak pornografi terhadap perilaku siswa dan upaya guru pembimbing untuk mengatasinya. 1(1).
Moleong, L. J. (2010). Metode penelitian kualitatif. Rosda Karya.
Muzakkir. (2004). Penanaman pendidikan Islam di lingkungan keluarga. Usaha Nasional.
Nasution, S. (2009). Didaktik asas mengajar. Jemmars.
Nizar, S. (2012). Filsafat pendidikan Islam: Pendekatan historis, teoritis dan praktis. Ciputat Pers.
Poerwadarminta, W. J. S. (2016). Kamus umum bahasa Indonesia. Balai Pustaka.
Prayitno, & Amti, E. AUM seri PTSDL format SLTP. Pusat Pengembangan Instrumen.
Purwanto, M. N. (2005). Psikologi pendidikan. Remaja Rosdakarya.
Putra, D. P., et al. (2022). Pelaksanaan layanan BK dalam mengatasi masalah disiplin belajar dari keluarga broken home di MAN Kota Pariaman. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(5).
Rahmi, A., & Januar. (2019). Pengokohan fungsi keluarga sebagai upaya preventif terjadinya degradasi moral remaja. Jurnal Al-Taujih: Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami, 5.
Ramayulis. (2004). Ilmu pendidikan Islam. Kalam Mulia.
Robert, I. (2007). Psikologi kognitif. Erlangga.
Sagala, S. (2009). Konsep dan makna. Usaha Nasional.
Schaefer, C. (2014). Cara efektif mendidik dan mendisiplinkan anak. Mitra Utama.
Slameto. (2005). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya (Cet. ke-5). Rineka Cipta.
Laurance, S. (2009). Agar anak tidak menjadi orang tua gagal. Rosda Karya.
Sugiyono. (2009). Metode penelitian pendidikan. Alfabeta.
Syah, M. (2018). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Rosda Karya.
Tim Redaksi Fokus Media. (2005). Standar nasional pendidikan. Fokus Media.
Ulwan, A. N. (2009). Pendidikan anak dalam Islam. Pustaka Amani.
Yusri, F. (2005). Instrumentasi non-tes dalam konseling. Bukittinggi.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Rina Hilmayanti, Dodi Pasila Putra, Hidayani Syam, Budi Santosa (Penulis)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







