OPTIMALISASI PEMASARAN DIGITAL HOMSTAY DALAM MENINGKATKAN JUMLAH HUNIAN DI KAMPUNG WISATA SARUGO
DOI:
https://doi.org/10.1801/rgbatt40Kata Kunci:
Optimization, Digital Marketing, Homestay, Number of Occupancies, Tourism Village, SarugoAbstrak
This study aims to analyze and develop an effective digital marketing strategy to increase occupancy rates at homestays located in Sarugo Tourism Village, Jorong Sungai Dadok, Nagari Koto Tinggi, Gunuang Omeh District, Lima Puluh Kota Regency, West Sumatra. Sarugo Tourism Village boasts rich tourism potential, including natural beauty and unique local culture. However, homestay occupancy rates remain low, necessitating a better marketing strategy to attract tourists. This study used data collection techniques including interviews, observation, and documentation. Data were collected at the research location and involved relevant parties, including homestay managers and tourists. The results indicate that digital marketing, such as the use of social media and websites, can increase homestay visibility and attract more visitors. Furthermore, accurate and engaging information about the unique culture and nature surrounding the homestay is crucial for attracting tourists. Optimizing digital marketing is a strategic step that can increase occupancy rates at homestays in Sarugo Tourism Village. This research is expected to contribute to tourism development in the are
Unduhan
Referensi
Ardiansyah, M. (2023). Digital marketing dalam pengembangan pariwisata desa. Jakarta: Prenadamedia Group.
Aziz, F. (2020). Arsitektur rumah adat Minangkabau: Identitas dan simbol budaya. Padang: Andalas University Press.
Dinas Pariwisata Sumatera Barat. (2023). Laporan tahunan pengembangan destinasi wisata Sumatera Barat. Padang: Dinas Pariwisata Sumatera Barat.
Fauzan, A. (2022). Tantangan literasi digital masyarakat pedesaan dalam pariwisata. Jurnal Komunikasi Digital, 5(2), 55–68.
Hidayat, R. (2021). Strategi pemasaran homestay berbasis digital. Bandung: Alfabeta.
Ismail, S. (2022). Pelatihan digital marketing untuk homestay di desa wisata. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 12–24.
Marlina, Y. (2022). Pariwisata berbasis komunitas dan nilai-nilai budaya Minangkabau. Jurnal Pariwisata Nusantara, 6(3), 77–89.
Novalina, D. (2021). Community based tourism dalam pembangunan desa wisata. Jurnal Pembangunan Daerah, 9(1), 44–59.
Nugraha, P. (2023). Pendampingan digitalisasi pariwisata pedesaan. Jakarta: Gramedia Widiasarana.
Nurhayati, S. (2022). Strategi promosi pariwisata melalui media digital. Yogyakarta: Deepublish.
Putra, R. (2022). Desa wisata Sarugo: Potensi dan pengelolaan. Padang: Universitas Negeri Padang Press.
Putri, D. (2023). Penguatan ekonomi kreatif melalui homestay digital. Jurnal Ekonomi Kreatif, 8(2), 101–115.
Rahman, A. (2022). Geografi pariwisata Sumatera Barat. Padang: Bumi Aksara Sumbar.
Rahmi, H. (2023). Pelestarian budaya Minangkabau dalam desa wisata. Jurnal Kebudayaan, 11(2), 88–99.
Ramadhan, F. (2022). Pengalaman wisatawan dalam aktivitas wisata pedesaan. Jurnal Pariwisata Berkelanjutan, 10(1), 66–78.
Sari, M. (2021). Homestay sebagai alternatif akomodasi wisata. Jurnal Hospitalitas, 3(2), 40–52.
Siregar, T. (2020). Infrastruktur digital di pedesaan Indonesia. Jakarta: LIPI Press.
Susanti, E. (2020). Pilihan akomodasi wisatawan domestik. Jurnal Pariwisata dan Perhotelan, 2(1), 15–29.
Wulandari, I. (2022). Peran masyarakat lokal dalam pengelolaan homestay desa wisata. Jurnal Sosial Humaniora, 7(3), 90–105.
Yuliana, R. (2021). Desa wisata di Sumatera Barat: Potensi dan tantangan. Padang: Universitas Andalas Press.
Yusuf, A. (2021). Interaksi wisatawan dan masyarakat dalam desa wisata. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Fiqri Sastika, Era Sonita (Penulis)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







